Lubuklinggau (Kemenag Sumsel) — MAN 1 Model Lubuklinggau (Mansadel) kembali menggelar kegiatan tahunan Mansa Trade Fair (MTF) pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan madrasah sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII serta dewan guru.
MTF merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa sekaligus melatih kemampuan bekerja sama dalam tim. Pada pelaksanaan tahun ini, siswa kelas X berpartisipasi melalui kegiatan bazar makanan layaknya merchant day dengan mengusung tema sains. Setiap kelas membuka stan yang dikelola secara berkelompok, menampilkan beragam produk makanan hasil kreasi mereka.
Salah satu siswi kelas X, Lala, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat bersemangat karena ini pertama kalinya kami membuat dan menjual makanan seperti ini. Walaupun lelah menyiapkan stan bersama-sama, kami tetap senang karena ini menjadi pengalaman berharga di Mansadel yang pasti akan selalu kami ingat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap kelompok menawarkan menu berbeda, meskipun tetap berada dalam satu stan kelas yang sama.
Sementara itu, siswa kelas XII turut memeriahkan MTF dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni di atas panggung yang telah disediakan. Berbeda dengan kelas X, penampilan kelas XII mengusung tema kearifan lokal, sehingga setiap pertunjukan menonjolkan unsur budaya daerah yang dikemas secara kreatif dan menarik.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Annisa, menyampaikan bahwa kegiatan MTF memiliki dampak positif bagi perkembangan siswa.
“Kegiatan ini sangat membantu siswa dalam mengembangkan kreativitas. Mereka dituntut berpikir bagaimana menyajikan sesuatu yang menarik dan tidak membosankan, sekaligus belajar bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia berharap Mansa Trade Fair ke depan dapat terus berkembang dan menghadirkan inovasi baru, bahkan memungkinkan untuk melibatkan pihak luar sekolah agar cakupan kegiatan semakin luas. Melalui Mansa Trade Fair 2026, MAN 1 Model Lubuklinggau kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mendorong kreativitas, kolaborasi, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal di kalangan generasi muda. (CHY/ddy)
