Lubuklinggau (Kemenag Sumsel) — Hujan yang mengguyur sejak pagi tidak menyurutkan semangat siswa-siswi MAN 1 Model Lubuklinggau dalam menyelenggarakan Pentas Seni (Pensi) yang digagas oleh ekstrakurikuler Improv Art Community (IAC) pada Jumat, 30 Januari 2026. Meski cuaca kurang bersahabat, kegiatan yang digelar di lapangan madrasah tersebut tetap berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Pentas seni yang rutin dilaksanakan setiap Jumat pada minggu kelima setiap bulan ini merupakan salah satu kegiatan yang paling dinanti oleh siswa-siswi. Biasanya, pensi berlangsung dalam kondisi cuaca yang mendukung. Namun, hujan yang turun cukup lama pada pagi hari sempat menjadi tantangan besar bagi panitia dan pengisi acara.
Meski demikian, berkat tekad dan semangat yang kuat, kegiatan tetap terlaksana setelah hujan mulai mereda. Wakil Ketua Umum IAC mengungkapkan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan pensi kali ini.
“Tantangan terbesar tentu cuaca yang tidak mendukung. Hujan tidak kunjung reda hingga waktu pelaksanaan, bahkan sempat terpikir untuk menunda pensi bulan ini. Namun, alhamdulillah, kegiatan tetap bisa terlaksana dan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Saat pensi dimulai, semangat para penampil dan penonton tampak tidak luntur. Suasana semakin terasa istimewa, terutama bagi siswa kelas XII, karena kegiatan ini menjadi pentas seni terakhir mereka selama menempuh pendidikan di madrasah. Beragam penampilan musik dan vokal dengan suara merdu berhasil menghibur penonton di tengah udara sejuk setelah hujan.
Pembina ekstrakurikuler IAC, Efran Yosika, menegaskan bahwa pentas seni memiliki peran penting bagi siswa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penyegaran sekaligus pembelajaran karakter.
“Pensi itu sangat penting karena tidak setiap bulan kita mendapat kesempatan seperti ini. Ini adalah bentuk refreshing sebelum kembali ke pembelajaran di MAN 1. Selain itu, pensi juga mengajarkan siswa untuk mengapresiasi teman-temannya yang telah berlatih dan berjuang. Manfaatnya sangat besar,” jelasnya.
Salah satu siswi yang tampil, Zara, mengungkapkan perbedaan perasaan antara saat latihan dan tampil langsung di atas panggung.
“Perasaannya sangat berbeda. Saat latihan masih enjoy dan merasa menguasai, tapi setelah tampil rasanya jadi kepikiran dengan penampilan tadi,” ujarnya.
Melalui kegiatan pentas seni ini, MAN 1 Model Lubuklinggau menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan seni dan kreativitas siswa. Kegiatan ini sekaligus menanamkan nilai pentingnya saling menghargai dan mengapresiasi usaha orang lain, khususnya dalam bidang seni, sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. (nau/ddy)
